Kesenian Sunda & Budaya Jawa Barat, Terlengkap

Kesenian

Selain Budayanya, masyarakat Sunda juga dikenal kaya dengan keseniannya. Nama Sunda tersebut berasal dari su artinya baik dan nda adalah kalimat penyambung/kiasan. Masyarakat Sunda yang yang terkenal dengan baik ramah tamahnya memiliki berbagai sejarah yang menghasilkan berbagai kesenian tradisional. Orang-orangnya pun diyakini memiliki karakter  yang ramah dan baik. Sesuai dengan semboyannya Someah Hade Ka Semah artinya sangat ramah pada tamu.

Budaya orang Sunda memang sudah terkenal sangat ramah, lemah lembut, murah senyum, periang, dan mereka pun sangat menghormati kepada orang yang lebih tua, hal-hal seperti iyu memang sudah diajarkan sejak mereka duduk di bangku SD. Hanya saja berbaurnya masyarakat luar membuat budaya jadi bercampur dan adat istiadat Sunda perlahan-lahan mulai memudar.

Walaupun Begitu , ternyata kesenian Sunda masih dilestarikan sampai sekarang, tidak sedikit kesenian tradisional Sunda yang tetap dibudidayakan hingga sekarang. Langsung saja kita simak beberapa Kesenian Sunda yang akan saya paparkan artikel kesenian Sunda dan penjelasannya.

Kesenian Sunda Tari Merak

tari merak merupakan tarian tradisional yang bentuk pakaiannya dan gerakannya terinspirasi dari burung Merak yang selalu melebarkan bulu-bulu ekornya ketika sedang ingin menarik perhatian lawan jenisnya.

Tari yang dikenal baik di dalam maupun diluar negeri ini dibuat oleh R. Tjetje Somantri dan biasanya dipentaskan oleh 3 orang penari atau lebih. Masing-masing penari ada yang memerankan karakter betina dan karakter jantan.

Kesenian Tradisional Jawa Barat Wayang Golek

Wayang Golek adalah salah satu kesenian Sunda yang terbuat dari boneka kayu, dan sangat populer terutama di wilayah Tanah Pasundan. Penyebaran Nya pun memang terbentang luas mulai dari Cirebon di sebelah timur hingga wilayah Banten di sebelah barat, bahkan di daerah Jawa Tengah pun yang berbatasan dengan Jawa Barat sering juga dipertunjukan pagelaran Wayang Golek.

Wayang merupakan bentuk teater rakyat yang sangat populer, terutama di pulau Jawa dan Bali. Orang-orang sering menghubungkan kata wayang dengan bayang, karena kalau kita melihat pertunjukan wayang kulit yang memakai layar, dimana akan muncul bayang-bayang.

Di Jawa Barat sendiri selain dikenal wayang kulit, yang paling sangat populer adalah wayang golek. Istilah “golek” dapat menunjukan dua makna, sebagai kata kerja kata golek bermakna “mencari” dan sebagai kata benda golek bermakna boneka kayu.

Kesenian Tradisional Sunda Kuda Renggong

Kuda Renggong merupakan kesenian tradisional Sunda yang berasal dari kota Sumedang. Kesenian Sunda ini biasanya dipentaskan dalam rangka arak-arakan hajat sunatan. kuda yang dipakai sudah sangat terlatih dan akan menari mengikuti irama musik yang dilantunkan, terutama kendang.

Kuda yang dipakai biasanya bentuknya yang kuat dan tegap. Kuda dihiasi dengan aksesoris yang meriah dan kemudian diarak diiringi oleh musik pengiring dan para penari.

Setiap tahun pemerintah mengadakan festival kuda renggong yang telah menjadi daya tarik wisata nasional maupun Internasional, Kuda renggong sendiri sudah menjadi pertunjukan khas kota Sumedang Jawa Barat.

Kesenian Sunda : Tari Jaipong

Tari Jaipong merupakan tarian tradisional yang berasal dari Bandung Jawa Barat. Menurut catatan kebudayan Indonesia tarian ini diciptakan oleh seorang seniman yang berdarah Sunda. Pada awalnya Jaipong menjadi sebuah tarian yang sangat unik dan menarik dengan alat musik pengiring degung. Keunikan tarian ini dapat dilihat dalam seluruh gerakan tari yang terlihat begitu ceria,energik dan humoris.

Sudah Tak heran jika pementasan kesenian tradisional Sunda ini kerap mengundang tawa geli bagi para penikmatnya. Jaipongan merupakan tarian yang mengkolaborasikan berbagai macam gerakan dengan gerakan tari ketuk tilu, tari ronggeng, dan juga beberapa gerakan pencak silat.

Sisingaan Atau Odong-Odong

Kesenian sisingaan atau beberapa orang menyebut dengan, Singa Depok, citot, kuda Depok, gotong singa dan juga odong-odong adalah khas kesenian daerah Subang, Jawa Barat. Sisingaan dipahami dari kesenian reog Ponorogo.

Kesenian ini juga merupakan lambang perlawanan bagi masyarakat terhadap VOC ini, terdiri dari 8 orang pengusung sisingaan, penunggang sisingaan, 2 sisingaan, pengiring musik dan jangan lupa juru kawih.

Secara filosofis 8 orang pengusung ini tersebut melambangkan rakyat pribumi yang tertindas dan terjajah, sedangkan sepasang singa melambangkan Belanda dan Inggris (VOC) yang menjajah Indonesia, Nah, penunggang sisingaan biasanya anak-anak melambangkan generasi muda yang nantinya harus mampu menjadi menunggangi dan mengusir para penjajah dari bumi Nusantara.

Dahulu,memang para penjajah tidak tahu filosofi ini. Malah justru mereka bangga lambang negara mereka di jadikan kesenian. Para penjajah hanya dapat memahami bahwa kesenian ini hanyalah hiburan rakyat pada saat acara khitanan anak.

Kesenian Tradisional Tarawangsa (Jentreng Tarawangsa)

Kesenian Jentreng Tarawangsa atau Tarawangsa (saja) biasanya dipentaskan pada acara syukuran tradisional, seperti, Ngaronjatkeun, Ngaruat, Ngalaksa, Buku Tahun, Panenan atau Pada acara syukuran seperti Sunatan dan Pernikahan.

Perpaduan alat musik jentreng dan tarawangsa ini Menghasilkan suara yang klasik dan sekilas terdengar Mistis. Kesenian ini juga terdapat di beberapa daerah Sunda, seperti, Tasikmalaya Selatan, Rancakalong (Sumedang), Kanekes (Banten) dan Banjaran.

Kesenian Musik Sunda Tradisional : Calung

Calung merupakan alat musik purwarupa jenis idiofon yang terbuat dari bambu. Alat musik ini pertama dikenal dan berkembang di Banyumas dan Sunda. Berbeda dengan angklung yang dimainkan dengan cara digoyangkan.

cara menabuh calung dengan cara memukul bilah atau ruas (tabung bambu) yang telah tersusun menurut titi laras (tangga nada) pentatonik (da-mi-na-ti-la untuk masyarakat Sunda, dan ji-ro-lu-ma-nem untuk masyarakat Banyumas). Jenis bambu untuk membuat calung kebanyakan dari awi wulung (bambu hitam), namun ada pula juga yang dibuat dari awi temen (bambu ater, berwarna hijau).

Kesenian Rampak Gendang

Rampak gendang adalah merupakan kesenian yang berasal dari Jawa Barat. Rampak gendang tersebut merupakan sebuah kesenian yang menggunakan gendang atau kendang sebagai media utamanya.

Selain gendang, pertunjukan rampak gendang ini juga dapat ditemani dengan berbagai macam alat musik seperti bonang, rebab, gong, kenong, peking, demung, saron I dan II, serta rincik. Rampak ini berasal dari bahasa sunda yang artinya serempak atau bersama-sama sehingga rampak gendang dapat dibilang bermain gendang bersama-sama.

Rampak gendang dimainkan oleh beberapa orang dan semua pemain menggunakan kostum yang sama. Mereka memakai pakaian tradisi sunda yaitu Takwa, sinjang dan udeng (ikat kepala). Tetapi untuk penabuh gendang, mereka mengenakan pakaian khusus yang berbeda yaitu terdapat motif khas sunda dengan warna menarik yang seragam.

Pada saat pertunjukan dimulai, para pemain akan naik ke panggung satu persatu dan menempati posisinya masing-masing sesuai dengan alat musik yang dimainkan. Begitu aba-aba dari salah satu pemain dinyalakan, alunan musik super energik akan langsung menghentak penonton.

Selain musik nya yang energik, para pemain juga selalu menggerakan kepala serta badan mereka bahkan ada pemain yang memainkan alat musik dan sambil berteriak agar suasana semakin bersemangat.

Kesenian Tradisional : Lengser

Kesenian Lengser biasanya dipentaskan di acara-acara upacara pernikahan adat Sunda atau acara-acara formal untuk menyambut tamu-tamu penting seperti pejabat ataupun semacamnya.

Kesenian Sunda Lengser ini memiliki tokoh utama yaitu Ki Lengser, yang memiliki ciri khas khusus baju kampret yang berwarna hitam serta berdandan dengan janggut, rambut dan juga kumis yang memutih seperti orang tua.Biasanya Ki Lengser ditemani seseorang yang berperan sebagai istri si Aki yaitu, si Ambu.

Kesenian Khas Sunda : Tutunggulan

Tutunggulan merupakan kesenian tradisional khas Sunda. Tutunggulan yaitu bunyi-bunyian yang dihasilkan oleh benturan dari lesung dan alu, ketika keduanya dibenturkan dibagian-bagian tertentu maka akan menghasilkan yang berbunyi tung, trok trung, tok dung, ataupun prek.

Dengan ritme dan irama tertentu, permainan tradisional Sunda ini biasanyanya dimainkan oleh beberapa orang wanita dan akan menghasilkan musik yang semarak, apalagi kalau diiringi kawih-kawih yang dinyanyikan bersama oleh para pemainnya.

Kesenian Sunda : Degung

Degung merupakan salah satu kesenian Sunda yang khas asli hasil kreativitas masyarakat Sunda. Jumlah degung gamelan sekarang telah berkembang dengan pesat. Awal perkembangan degung ini sekitar akhir abad ke-18 / awal abad ke-19.

Jaap Kunst yang mendata gamelan di seluruh Pulau Jawa dalam bukunya Toonkunst van Java (1934) mencatat bahwa degung terdapat di Bandung (5 perangkat), Sumedang (3 perangkat), Cianjur (1 perangkat), Ciamis (1 perangkat), Darmaraja  (1 perangkat), Kasepuhan (1 perangkat), Kanoman (1 perangkat), Banjar (1 perangkat), dan Singaparna (1 perangkat).

Kesenian Sunda Cianjuran Kecapi Suling

Cianjuran adalah kesenian khas dari Cianjur, sebenarnya nama alat musik ini adalah mamaos. Alat musik khas sunda sejak tahun 1930. Alat musik ini terdiri dari kecapi ricik, dipadukan dengan sebuah suling, rebab, dan kacapi indung. Dibarengi oleh penyanyi-penyanyi dengan berbahasa Sunda, bernyanyi dengan nada cengkok mirip Sinden. Bila didengar selintas, kecapi ini mirip dengan kecapi tradisional khas China.

Seni cianjuran pada awalnya hanya menyanyikan seni Pantun yang dilagukan. Lirik mengambil dari kisah pantun Mundinglaya Dikusumah. Terdengarnya sih seperti gampang, tapi coba deh. Di Sunda itu sendiri, biasanya Cianjuran digunakan di acara perayaan pernikahan, khitanan, hiburan dan upacara adat. Bagaimana? Mau coba seni musik Cianjuran?

Demikian artikel singkat kali ini tentang Kesenian Sunda Jawa Barat atau Kesenian Tradisional Sunda. Semua kesenian dari daerah ini tidak dapat disebutkan satu persatu, karena jumlah kesenian tradisional di daerah sunda memang sangat banyak dan jumlahnya mencapai ratusan.

Namun, sayang sekali beberapa diantara kesenian tersebut sudah terancam punah atau bahkan sudah punah termakan kemajuan Jaman dan perkembangan peradaban.

Bagaimana Karya Seni Membantu Orang Papua Menyembuhkan Diri Dari Penindasan