Kesenian Sunda & Budaya Jawa Barat, Terlengkap

Kesenian

Selain Budayanya, masyarakat Sunda juga dikenal kaya dengan keseniannya. Nama Sunda tersebut berasal dari su artinya baik dan nda adalah kalimat penyambung/kiasan. Masyarakat Sunda yang yang terkenal dengan baik ramah tamahnya memiliki berbagai sejarah yang menghasilkan berbagai kesenian tradisional. Orang-orangnya pun diyakini memiliki karakter  yang ramah dan baik. Sesuai dengan semboyannya Someah Hade Ka Semah artinya sangat ramah pada tamu.

Budaya orang Sunda memang sudah terkenal sangat ramah, lemah lembut, murah senyum, periang, dan mereka pun sangat menghormati kepada orang yang lebih tua, hal-hal seperti iyu memang sudah diajarkan sejak mereka duduk di bangku SD. Hanya saja berbaurnya masyarakat luar membuat budaya jadi bercampur dan adat istiadat Sunda perlahan-lahan mulai memudar.

Walaupun Begitu , ternyata kesenian Sunda masih dilestarikan sampai sekarang, tidak sedikit kesenian tradisional Sunda yang tetap dibudidayakan hingga sekarang. Langsung saja kita simak beberapa Kesenian Sunda yang akan saya paparkan artikel kesenian Sunda dan penjelasannya.

Kesenian Sunda Tari Merak

tari merak merupakan tarian tradisional yang bentuk pakaiannya dan gerakannya terinspirasi dari burung Merak yang selalu melebarkan bulu-bulu ekornya ketika sedang ingin menarik perhatian lawan jenisnya.

Tari yang dikenal baik di dalam maupun diluar negeri ini dibuat oleh R. Tjetje Somantri dan biasanya dipentaskan oleh 3 orang penari atau lebih. Masing-masing penari ada yang memerankan karakter betina dan karakter jantan.

Kesenian Tradisional Jawa Barat Wayang Golek

Wayang Golek adalah salah satu kesenian Sunda yang terbuat dari boneka kayu, dan sangat populer terutama di wilayah Tanah Pasundan. Penyebaran Nya pun memang terbentang luas mulai dari Cirebon di sebelah timur hingga wilayah Banten di sebelah barat, bahkan di daerah Jawa Tengah pun yang berbatasan dengan Jawa Barat sering juga dipertunjukan pagelaran Wayang Golek.

Wayang merupakan bentuk teater rakyat yang sangat populer, terutama di pulau Jawa dan Bali. Orang-orang sering menghubungkan kata wayang dengan bayang, karena kalau kita melihat pertunjukan wayang kulit yang memakai layar, dimana akan muncul bayang-bayang.

Di Jawa Barat sendiri selain dikenal wayang kulit, yang paling sangat populer adalah wayang golek. Istilah “golek” dapat menunjukan dua makna, sebagai kata kerja kata golek bermakna “mencari” dan sebagai kata benda golek bermakna boneka kayu.

Kesenian Tradisional Sunda Kuda Renggong

Kuda Renggong merupakan kesenian tradisional Sunda yang berasal dari kota Sumedang. Kesenian Sunda ini biasanya dipentaskan dalam rangka arak-arakan hajat sunatan. kuda yang dipakai sudah sangat terlatih dan akan menari mengikuti irama musik yang dilantunkan, terutama kendang.

Kuda yang dipakai biasanya bentuknya yang kuat dan tegap. Kuda dihiasi dengan aksesoris yang meriah dan kemudian diarak diiringi oleh musik pengiring dan para penari.

Setiap tahun pemerintah mengadakan festival kuda renggong yang telah menjadi daya tarik wisata nasional maupun Internasional, Kuda renggong sendiri sudah menjadi pertunjukan khas kota Sumedang Jawa Barat.

Kesenian Sunda : Tari Jaipong

Tari Jaipong merupakan tarian tradisional yang berasal dari Bandung Jawa Barat. Menurut catatan kebudayan Indonesia tarian ini diciptakan oleh seorang seniman yang berdarah Sunda. Pada awalnya Jaipong menjadi sebuah tarian yang sangat unik dan menarik dengan alat musik pengiring degung. Keunikan tarian ini dapat dilihat dalam seluruh gerakan tari yang terlihat begitu ceria,energik dan humoris.

Sudah Tak heran jika pementasan kesenian tradisional Sunda ini kerap mengundang tawa geli bagi para penikmatnya. Jaipongan merupakan tarian yang mengkolaborasikan berbagai macam gerakan dengan gerakan tari ketuk tilu, tari ronggeng, dan juga beberapa gerakan pencak silat.

Sisingaan Atau Odong-Odong

Kesenian sisingaan atau beberapa orang menyebut dengan, Singa Depok, citot, kuda Depok, gotong singa dan juga odong-odong adalah khas kesenian daerah Subang, Jawa Barat. Sisingaan dipahami dari kesenian reog Ponorogo.

Kesenian ini juga merupakan lambang perlawanan bagi masyarakat terhadap VOC ini, terdiri dari 8 orang pengusung sisingaan, penunggang sisingaan, 2 sisingaan, pengiring musik dan jangan lupa juru kawih.

Secara filosofis 8 orang pengusung ini tersebut melambangkan rakyat pribumi yang tertindas dan terjajah, sedangkan sepasang singa melambangkan Belanda dan Inggris (VOC) yang menjajah Indonesia, Nah, penunggang sisingaan biasanya anak-anak melambangkan generasi muda yang nantinya harus mampu menjadi menunggangi dan mengusir para penjajah dari bumi Nusantara.

Dahulu,memang para penjajah tidak tahu filosofi ini. Malah justru mereka bangga lambang negara mereka di jadikan kesenian. Para penjajah hanya dapat memahami bahwa kesenian ini hanyalah hiburan rakyat pada saat acara khitanan anak.

Kesenian Tradisional Tarawangsa (Jentreng Tarawangsa)

Kesenian Jentreng Tarawangsa atau Tarawangsa (saja) biasanya dipentaskan pada acara syukuran tradisional, seperti, Ngaronjatkeun, Ngaruat, Ngalaksa, Buku Tahun, Panenan atau Pada acara syukuran seperti Sunatan dan Pernikahan.

Perpaduan alat musik jentreng dan tarawangsa ini Menghasilkan suara yang klasik dan sekilas terdengar Mistis. Kesenian ini juga terdapat di beberapa daerah Sunda, seperti, Tasikmalaya Selatan, Rancakalong (Sumedang), Kanekes (Banten) dan Banjaran.

Kesenian Musik Sunda Tradisional : Calung

Calung merupakan alat musik purwarupa jenis idiofon yang terbuat dari bambu. Alat musik ini pertama dikenal dan berkembang di Banyumas dan Sunda. Berbeda dengan angklung yang dimainkan dengan cara digoyangkan.

cara menabuh calung dengan cara memukul bilah atau ruas (tabung bambu) yang telah tersusun menurut titi laras (tangga nada) pentatonik (da-mi-na-ti-la untuk masyarakat Sunda, dan ji-ro-lu-ma-nem untuk masyarakat Banyumas). Jenis bambu untuk membuat calung kebanyakan dari awi wulung (bambu hitam), namun ada pula juga yang dibuat dari awi temen (bambu ater, berwarna hijau).

Kesenian Rampak Gendang

Rampak gendang adalah merupakan kesenian yang berasal dari Jawa Barat. Rampak gendang tersebut merupakan sebuah kesenian yang menggunakan gendang atau kendang sebagai media utamanya.

Selain gendang, pertunjukan rampak gendang ini juga dapat ditemani dengan berbagai macam alat musik seperti bonang, rebab, gong, kenong, peking, demung, saron I dan II, serta rincik. Rampak ini berasal dari bahasa sunda yang artinya serempak atau bersama-sama sehingga rampak gendang dapat dibilang bermain gendang bersama-sama.

Rampak gendang dimainkan oleh beberapa orang dan semua pemain menggunakan kostum yang sama. Mereka memakai pakaian tradisi sunda yaitu Takwa, sinjang dan udeng (ikat kepala). Tetapi untuk penabuh gendang, mereka mengenakan pakaian khusus yang berbeda yaitu terdapat motif khas sunda dengan warna menarik yang seragam.

Pada saat pertunjukan dimulai, para pemain akan naik ke panggung satu persatu dan menempati posisinya masing-masing sesuai dengan alat musik yang dimainkan. Begitu aba-aba dari salah satu pemain dinyalakan, alunan musik super energik akan langsung menghentak penonton.

Selain musik nya yang energik, para pemain juga selalu menggerakan kepala serta badan mereka bahkan ada pemain yang memainkan alat musik dan sambil berteriak agar suasana semakin bersemangat.

Kesenian Tradisional : Lengser

Kesenian Lengser biasanya dipentaskan di acara-acara upacara pernikahan adat Sunda atau acara-acara formal untuk menyambut tamu-tamu penting seperti pejabat ataupun semacamnya.

Kesenian Sunda Lengser ini memiliki tokoh utama yaitu Ki Lengser, yang memiliki ciri khas khusus baju kampret yang berwarna hitam serta berdandan dengan janggut, rambut dan juga kumis yang memutih seperti orang tua.Biasanya Ki Lengser ditemani seseorang yang berperan sebagai istri si Aki yaitu, si Ambu.

Kesenian Khas Sunda : Tutunggulan

Tutunggulan merupakan kesenian tradisional khas Sunda. Tutunggulan yaitu bunyi-bunyian yang dihasilkan oleh benturan dari lesung dan alu, ketika keduanya dibenturkan dibagian-bagian tertentu maka akan menghasilkan yang berbunyi tung, trok trung, tok dung, ataupun prek.

Dengan ritme dan irama tertentu, permainan tradisional Sunda ini biasanyanya dimainkan oleh beberapa orang wanita dan akan menghasilkan musik yang semarak, apalagi kalau diiringi kawih-kawih yang dinyanyikan bersama oleh para pemainnya.

Kesenian Sunda : Degung

Degung merupakan salah satu kesenian Sunda yang khas asli hasil kreativitas masyarakat Sunda. Jumlah degung gamelan sekarang telah berkembang dengan pesat. Awal perkembangan degung ini sekitar akhir abad ke-18 / awal abad ke-19.

Jaap Kunst yang mendata gamelan di seluruh Pulau Jawa dalam bukunya Toonkunst van Java (1934) mencatat bahwa degung terdapat di Bandung (5 perangkat), Sumedang (3 perangkat), Cianjur (1 perangkat), Ciamis (1 perangkat), Darmaraja  (1 perangkat), Kasepuhan (1 perangkat), Kanoman (1 perangkat), Banjar (1 perangkat), dan Singaparna (1 perangkat).

Kesenian Sunda Cianjuran Kecapi Suling

Cianjuran adalah kesenian khas dari Cianjur, sebenarnya nama alat musik ini adalah mamaos. Alat musik khas sunda sejak tahun 1930. Alat musik ini terdiri dari kecapi ricik, dipadukan dengan sebuah suling, rebab, dan kacapi indung. Dibarengi oleh penyanyi-penyanyi dengan berbahasa Sunda, bernyanyi dengan nada cengkok mirip Sinden. Bila didengar selintas, kecapi ini mirip dengan kecapi tradisional khas China.

Seni cianjuran pada awalnya hanya menyanyikan seni Pantun yang dilagukan. Lirik mengambil dari kisah pantun Mundinglaya Dikusumah. Terdengarnya sih seperti gampang, tapi coba deh. Di Sunda itu sendiri, biasanya Cianjuran digunakan di acara perayaan pernikahan, khitanan, hiburan dan upacara adat. Bagaimana? Mau coba seni musik Cianjuran?

Demikian artikel singkat kali ini tentang Kesenian Sunda Jawa Barat atau Kesenian Tradisional Sunda. Semua kesenian dari daerah ini tidak dapat disebutkan satu persatu, karena jumlah kesenian tradisional di daerah sunda memang sangat banyak dan jumlahnya mencapai ratusan.

Namun, sayang sekali beberapa diantara kesenian tersebut sudah terancam punah atau bahkan sudah punah termakan kemajuan Jaman dan perkembangan peradaban.


Bagaimana Karya Seni Membantu Orang Papua Menyembuhkan Diri Dari Penindasan

Karya Seni

Situasi memanas di Papua dan Papua Barat dalam sebulan terakhir. Kerusuhan yang terjadi di Wamena, Papua, pekan lalu mengakibatkan setidaknya 33 orang tewas dan puluhan lainnya terluka. Orang-orang Papua telah mengalami kekerasan dari aparat Indonesia selama puluhan tahun.

Indonesia telah menduduki dengan kekuatan militer di wilayah yang kaya sumber daya ini sejak 1963. Dalam demonstrasi baru-baru ini, penduduk Papua memprotes hinaan oleh aparat yang menuding mereka primitif dan seperti binatang.

Di bawah pendudukan militer, orang Papua juga telah mengalami banyak kekejaman termasuk penyiksaan, pemerkosaan, pembunuhan, perampasan tanah, dan penodaan budaya.

Masyarakat Papua telah berusaha mencari keadilan atas penindasan ini, termasuk melalui protes damai dan diplomasi. Tetapi karena upaya itu pula, mereka justru mengalami persekusi kejam.

Pembantaian Biak

Salah satu kasus berdarah aparat Indonesia menanggapi desakan masyarakat Papua untuk mengakhiri pendudukan militer. Terjadi dalam Pembantaian Biak tahun 1998 dan tidak banyak diketahui orang.

Pada 1998, tepatnya pada 2 hingga 6 Juli, sejumlah besar masyarakat Papua Barat mengibarkan bendera terlarang, bendera Bintang Kejora, di menara air di pusat kota, di Pulau Biak, Papua. Mereka berkumpul dengan damai untuk berdoa dan menunjukkan keinginannya merdeka dari Indonesia.

Sebagai tanggapan, aparat Indonesia menembaki kerumunan tersebut, menewaskan hingga 200 orang Papua dan membuang potongan tubuh mereka di laut. Para pelaku atas tindakan ini tidak pernah dimintai pertanggungjawaban.

Mencari Keadilan

Pada 2013, sekelompok kecil akademisi yang menetap di Papua Barat, Indonesia, dan Australia termasuk saya di dalamnya memutuskan untuk mengangkat kekejaman Pembantaian Biak menjadi perhatian internasional. Kami melakukannya dengan mengadakan pengadilan rakyat di University of Sydney.

Pengadilan rakyat adalah sebuah audiensi publik untuk mencoba mengadili tersangka (baik mereka hadir atau tidak). Pengadilan ini tidak memiliki kedudukan hukum, tapi dapat meningkatkan kesadaran publik tentang kejahatan yang dilakukan di wilayah yurisdiksi yang berbeda. Pengadilan semacam itu menyediakan tempat bagi para korban untuk menyuarakan pengalaman mereka ketika mereka diabaikan.

Pemerintah Australia telah menandatangani Perjanjian Lombok pada 2006 yang menyatakan bahwa pemerintah Australia tidak akan mengganggu masalah politik dalam negeri Indonesia. Tapi kami meyakini bahwa Pembantaian Biak tidak perlu dirahasiakan.

Kami membawa korban yang selamat dari Pembantaian Biak ke Sydney untuk meminta kesaksian mereka tentang pengalamannya. Kami juga melibatkan beberapa ahli hukum terkemuka Australia untuk memeriksa bukti yang digunakan untuk melawan aparat Indonesia yang terlibat.

Para ahli hukum menemukan bahwa pemerintah Indonesia berusaha untuk “mengkerdilkan tindakan yang dilakukan aparatnya sendiri dan tidak berupaya untuk mengambil tindakan terhadap siapapun atas dosa dan kejahatan kemanusiaan yang dilakukan kepada warga sipil yang tidak bersalah.

Kami mempresentasikan temuan pengadilan kepada sekelompok anggota parlemen Australia di Canberra agar mereka mengetahui jenis-jenis tindakan militer yang dilakukan di Indonesia terhadap penduduk asli Papua Barat.

Salah satu saksi, Mama Tineke Rumkabu, yang telah dilecehkan dan disiksa secara seksual selama pembantaian, bersaksi tentang pengalamannya kepada para anggota parlemen. Meskipun pemerintah Australia tetap menaati mengabaikan Perjanjian Lombok tidak seperti yang kami harapkan, para anggota parlemen sangat terkejut dengan laporan kami dan keterangan Rumakabu.

Kata-Kata Dan Musik Untuk Penyembuhan

Kesaksian dari para korban selamat tentang apa yang terjadi selama pembantaian, bagaimana hal itu mempengaruhi hidup mereka, dan bagaimana mereka terus membela masa depan bangsanya, menjadi salah satu bagian yang paling menggerakkan hari dari kesaksian ini.

Begitu juga lagu-lagu Papua Barat yang juga menyentuh; di dalamnya tertanam upaya serius dengan harapan dan tekad perayaan budaya tidak akan padam.

Nyanyian dan kesaksian menjadi tindakan penyembuhan bagi para penyintas, juga untuk memastikan bahwa upaya hukum terbatas lewat pengadilan rakyat akan mengedepankan budaya Papua dan memaksimalkan suara Papua.

Menyadari pentingnya seni khususnya, musik dalam gerakan dekolonisasi di Papua Barat, anggota kelompok penyelenggara pengadilan rakyat terdorong untuk mengajukan penelitian dalam upaya mengeksplorasi bagaimana seni dapat lebih ditingkatkan untuk memfasilitasi keadilan sosial dalam kasus serupa.

Seni Untuk Kesadaran

Pada 2015, saya dan beberapa rekan saya menerima dana dari Dewan Penelitian Australia untuk meneliti bagaimana musik, yang disebar secara digital, mendorong mobilisasi komunitas untuk keadilan di Melanesia.

Sebagai bagian dari proyek ini, tim kami membuat buklet bergambar berisi kesaksian korban dengan judul We Have Come to Testify There Is Much We Want the World to Know (Kami Hadir untuk Bersaksi Ada Banyak Hal yang Perlu Dunia Ketahui).

Untuk melengkapi buklet, salah satu mitra penelitian kami, Yayasan Wantok Musik, melakukan perekaman lagu-lagu untuk memperingati orang Papua yang selamat, bersama musisi Papua Barat dan Melanesia lainnya (termasuk Tio Bang, Marcel Melthererong, Mama Tineke, Ferry Marisan dan Ronny Kareni). Penyanyi Australia dan Tonga, Radical Son, menyanyikan kesaksian yang diucapkan.

Rekaman ini tersedia melalui aplikasi untuk ponsel Android pengembangan ini juga merupakan bagian dari proyek. Kami sedang dalam proses membawa aplikasi ini kembali ke masyarakat di Vanuatu, Kaledonia Baru, dan Papua Nugini untuk mengikuti bagaimana lagu-lagu tersebut disebarkan oleh pendengar Melanesia dan apa dampaknya terhadap peningkatan kesadaran tentang pelanggaran hak asasi manusia di Papua Barat. Proyek ini merefleksikan dan mengutarakan cara-cara masyarakat bergerak demi keadilan di Melanesia.

Mencari Kedamaian

Gerakan Papua Barat untuk menentukan nasibnya sendiri kini mendapat perhatian yang lebih besar dari sebelumnya. Hal ini disebabkan oleh beberapa alasan. Pertama, banyak warga Indonesia yang mulai mengakui ketidakadilan dalam pendudukan Papua Barat dan mulai mendukung masyarakat Papua Barat.

Kedua, negara-negara Kepulauan Pasifik telah mengangkat permasalahan Papua Barat pada konferensi tingkat tinggi regional dan internasional dalam beberapa tahun terakhir.

Dan yang ketiga, media sosial mengungkap konflik di Papua Barat untuk disaksikan oleh dunia hal ini tidak pernah terjadi sebelumnya akibat adanya larangan media Indonesia di wilayah tersebut. Dan juga, media digital memungkinkan orang Papua untuk terhubung dan berkoordinasi secara internal dan internasional.

Masyarakat Papua Barat masih berusaha menghadapi kekejaman masa lalu sambil terus menanggung kekerasan yang masih berlangsung. Niat kami, melalui proyek ini, adalah untuk melantangkan seruan Papua atas perdamaian dan keadilan di wilayah mereka, serta menghormati keberanian orang Papua yang tak henti-hentinya menghadapi ancaman kematian dan kehancuran.


Kerajinan Tangan Baik Untuk Kesehatan

Bagi kebanyakan orang yang merasa sangat kewalahan dengan tuntutan yang tak ada habisnya dari dunia digital, membuat kerajinan tangan dianggap sebagai kegiatan anti stres, di samping kegiatan lain seperti mewarnai untuk orang dewasa dan meningkatkan minat memasak dari nol dan berkebun di rumah.

Kerajinan tangan seperti, merajut, menggunting, membuat sulam, membuat keramik, pelangiqq menjahit dan memahat berpusat pada tindakan berulang dan tingkat keahlian yang dapat selalu ditingkatkan.

Kata ahli psikologi terkenal Mihaly Csikszentmihalyi, membuat kerajinan tangan memungkinkan kita untuk masuk pada keadaan “mengalir”, yaitu sebuah kondisi keseimbangan yang sempurna antara keterampilan dan tantangan.

Dengan apa yang saat ini seringkali disebut sebagai “Kesadaran Penuh”, sebagai sesuatu yang telah menjadi kualitas hidup diinginkan bagi banyak orang, maka tidak mengherankan kerajinan tangan sedang dicari karena manfaatnya bagi mental dan bahkan fisik seseorang.

Kerajinan Tangan Sebagai Terapi

Lebih dari seabad, seni dan dan aktivitas kerajinan adalah bagian inti dari terapi okupasi yang muncul sebagai bidang kesehatan yang berbeda pada akhir perang dunia pertama untuk menanggapi kebutuhan para prajurit selepas perang.

Terapi ini juga ditujukan kepada banyak penderita gangguan stres pascatrauma, alias shell shock. Merajut, menganyam keranjang, dan aktivitas kerajinan tangan lainnya merupakan hal yang biasa dilakukan dalam memberikan dukungan pemulihan mental, yang banyak ditawarkan oleh negara-negara berbahasa Inggris kepada para veteran perang dunia yang baru kembali dari perang.

Pendekatan ini telah digunakan sebagai terapi pengalihan (mengalihkan pikiran Anda dari rasa sakit dan pikiran negatif). Serta meningkatkan keterampilan yang diarahkan agar para veteran tersebut dapat kembali bekerja sebagai tenaga kerja sipil.

Baru-baru ini, penelitian berusaha untuk lebih memahami bagaimana kerajinan sangat bermanfaat bagi tubuh dan pikiran. Yang menarik, sebagian besar fokus penelitian ini adalah pada kesehatan mental dan tubuh yang dihasilkan dari kegiatan merajut.

Manfaat Membuat Kerajinan Tangan Menurut Sains

Sebuah survei online internasional berskala besar tentang perajut menemukan bahwa para respondennya memperoleh berbagai manfaat psikologis yang dirasakan dari praktek tersebut yakni relaksasi terbebas dari stress rasa pencapaian terhubung dengan tradisi meningkatnya kebahagiaan mengurangi kecemasan meningkatkan kepercayaan diri serta kemampuan kognitif (meningkatkan daya ingat, konsentrasi, dan kemampuan untuk mengatasi masalah).

Dalam konteks yang lebih klinis, memperkenalkan kegiatan merajut kepada pasien anoreksia di rumah sakit telah menyebabkan berkurangnya rasa cemas yang mengakibatkan gangguan makan.

Sekitar 74% dari peserta penelitian menggambarkan perasaan terdistraksi atau terhindarkan dari keadaan emosi dan kognitif yang negatif ini, seperti perasaan lebih rileks dan nyaman.

Lebih dari setengah peserta mengatakan mereka merasakan stres yang lebih sedikit, rasa pencapaian, dan lebih jarang untuk bertindak sesuai dengan pikiran yang mengganggu mereka. Dalam penelitian lain, merajut telah dibuktikan dapat mengurangi stres di tempat kerja dan kepenatan yang dialami oleh para perawat pasien kanker.

Quilting telah terbukti dapat meningkatkan rasa nyaman pesertanya saat mereka memasuki usia yang lebih tua. Laporan penelitian terhadap para quilters menemukan bahwa pekerjaan quilting adalah sesuatu yang menantang, menuntut secara kognitif, membantu memelihara atau menghasilkan keterampilan baru, dan bekerja dengan warna telah ditemukan dapat membangkitkan semangat, terutama di musim dingin.

Dalam penelitian terhadap orang-orang dengan sindrom kelelahan yang kronis(CFS/ME), depresi, dan masalah kesehatan jangka panjang lainnya, kerajinan tangan dengan tekstil telah terbukti dapat meningkatkan kepercayaan diri para penderita penyakit tersebut, keterlibatan mereka dengan dunia yang lebih luas, dan kemampuan mereka untuk hidup secara positif dengan kondisi mereka sekarang.

Ketika merajut dan aktivitas tekstil lainnya cenderung didominasi perempuan, manfaat serupa juga ditemukan pada laki-laki dalam kegiatan memahat, memperbaiki dan kegiatan dan kegiatan produktif lainnya dari gerakan Men’s Shed. Peserta melaporkan berkurangnya tingkat depresi.

Mengapa Kerajinan Tangan Membuat Kita Merasa Baik?

Membuat kerajinan tangan, khususnya seperti merajut, quilting, menjahit, dan memahat, mungkin awalnya tampak sebagai kegiatan yang relatif pribadi, namun manfaatnya justru muncul secara kuat dari koneksi sosial yang melakukan kerajinan tangan.

Dampak positif ini bahkan telah dilaporkan di seluruh komunitas yang terkena dampak bencana, seperti pemulihan setelah gempa Christchurch tahun 2011.

Fungsi praktik kerajinan tangan sebagai kontributor untuk menimbulkan perasaan seseorang merasa terpenuhi kebutuhannya dan salah kekuatannya adalah praktik kerajinan tangan dapat dilakukan sendiri maupun kolektif, dan kebebasan setiap individu untuk menentukannya.

Untuk mereka yang pemalu, yang sakit, atau mereka yang menderita berbagai bentuk kecemasan sosial, kontrol ini, ketika mereka yang tidak nyaman dan bisa menarik diri dan sebaliknya menyalurkan ini ke dalam proses pembuatan kerajinan tangan, ini adalah hal yang sangat bernilai dari praktik kerajinan tangan mereka.

Penelitian mengenai manfaat kerajinan tangan terhadap kesehatan fisik dan mental sebagian besar masih kualitatif dan berdasarkan pengakuan diri. Dan ini secara khusus mengeksplorasi kapasitas penelitian ini untuk menghasilkan hasil kesehatan yang positif melalui kesehatan mental yang positif.

Meskipun terdapat banyak penelitian yang masih harus dilakukan, sudah jelas kerajinan tangan akan terus memainkan peran kunci dalam meningkatkan kualitas hidup mereka yang melakukannya.